NAMA :
Fajar Sidiq
NIM :
1901110108
|
MATA KULIAH |
: |
METODOLOGI STUDI
ISLAM |
|
|
SOAL-SOAL:
1. Jelaskan bagaimana keterkaitan antara dimensi akidah, ibadah dan akhak dalam Islam?
2. Apa yang melatar belakangi kita harus belajar Islam dan apa factor penyebab orang salah paham terhad apa jaran Islam?
3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan studi Islam dan kemukakan maksud dari pendekatan teologi normatif, sosiologis dan holistik?
4. Apa yang dimaksud dengan metode studi Islam dan sebutkan kemukakan langkah-langkah metode Nasrudin Razaqdan Mukti Ali (Tipologi)?
5. Sebagai agama yang universal Islam memiliki karakter dari setiap dimensinya, cobaan dakemukakan karakter dari dimensi social,pendidikan dan budaya?
6. Apa yang dimaksud dengan penelitian dan masalahpenelitian serta kemukakan jenisnya dari sisi obyek dan dari sisi hasilnya.
7. Apa perbedaaan antara penelitian agama dan keagamaan serta kemukakan isi penting dari sebuah proposal penelitian ?
8. Agar alqur’an dan hadis dapat dipahami secara baik apa upaya pendekatan yang dapat diguna kan untuk memahami kedunya?.
JAWABAN
1.
Sebelum menjelaskan tentang tentang keterkaitan atau hubungan antara dimensi
akidah, ibadah dan akhlak dalam islam alangkah baiknya jika kita mengetahui
pengertian dari masing-masing hal tersebut.
a. akidah
aqidah merupakan suatu keyakinan hidup yang dimiliki oleh
manusia. Dalam hal ini aqidah itu merupakan satu hal yang sangat fundamental
dalam islam dan dalam kehidupan.
b. ibadah
ibadah dalam istilah bahasa atau etomologi berarti
merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ atau termonologi ibadah
itu mempunyai definisi salah satunya adalah ibadah yaitu merendahkan diri
kepada Allah swt. Yaitu dengan meningkakan tunduk yang paling tinggi serta
disertai rasa cinta yag sangat tinggi.
c. akhlak
akhlak itu berasal dari kata al- akhlak, jamak dari
al-khulq yang mana berarti kebiasaan, perangai, tabiat yang melekat dalam diri
seseorang.
Keterkaitan
atau hubungan antara dimensi akidah, ibadah dan akhlak dalam islam
Dalam hal ini antara
dimensi akidah, ibadah dan akhlak tersebut memiliki keterkaitan yang angat erat
yang mana akidah itu sebagai dasar dalam pendidikan akhlak bagi seorang muslim
yaitu aqidah yang kokoh dan ibadah yang benar akan terciptanya akhlak yang
baik. Karena akhlak tersarikan dari akidah, akidah terpancar melalui sebuah
ibadah. Karena sesungguhnya akidah yang kokoh senantiasa menghasilakan amal
(ibadah) dan ibadah pun akan menciptakan seorang muslim berakhlakul karimah.
Oleh karena itu, jika seseorang berakidah dengan benar niscaya akhlaknya pun
akan benar insya allah.
Selanjutnya, secara
garis besar akidah itu meliputi rukun iman jga yaitu sebuah keimanan yang
Nampak tidak ada keraguan sama sekali dan selalu berpegang teguh kepada akidah
yang benar. Jadi maka orang yang berpegang eguh pada suatu akidah yang benar
maka hal tersebut ibadah akan baik dan pastinya akhlak juga akan mengikuti
yaitu akan berakhlak yang baik juga.
2.
latar belakang yang mengapa kita harus mempelajari islam
Dalam hal ini perlunya kita dalam memepelajari
islam yaitu ada beberapa hal yaitu:
a.
beragama islam itu merupakan suatu fitrah bagi orang tersebut
dalam hal ini Allah berfirman dalam surah
al- A’raf ayat 172 yang berbunyi:
artinya
: “dan ingatlah ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari
sulbbi mereka dan Allah mengambil kesaksian erhadap jiwa mereka seraya
berfirman : “ bukan Aku ini Thanmu?” mereka menjawab : “betul, kami menjadi
saksi” (kami lakukan demikian itu) agar di hari iamat kamu tidak mengatakan:
“sesungguhnya kami (bani adam )adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.
Jadi dalam hal ini kata
fitrah terkandung dalam suatu komponen yaitu kemampuan dasar dalam beragama
islam (al- dinul Qayyimah) dimana factor iman merupakan intinya dan fitrah
mengandung kemampuan asli untuk beragama islam , karena islam adalah agama
fitrah atau identik dengan yang namanya fitrah.
b. karena kelemahan dan
kekurangan manusia
manusia memang diciptakan dalam keadaan yang
sebaik-baiknya seperti yang telah tercantum dalam surat at-tin ayat 4 namun,
dalam hal lain manusia itu juga mempunyai keterbatasan dan kelemahan. Apa yang
dilakuka manusia dengan ilmu yang dimilkinya hanya sebatas memprediksi seperti
memprediksi keadaan cuaca, sedangkan manusia itu tidak mengetahhui apa yang
akan terjadi pada dirinya pada kemudian hari nanti. Jadi dalam hal ini manusia itu memerlukan sebuah kekuatan yang
berada kjauh diluar batas kemampuannya yakni Allah swt. Hal ini dapat dipahami
dalam surat arum ayat 54.
c. karena adanya factor
tantangan yang dihadapi manusia
dalam menjalani suatu kehidupannya dalam dunia
ini manusia selalu dihadapkan suatu persoalan hidup. Karena selalu silih
berganti dan semakin sulit disinilah ia memerlukan hal tersebut yaitu dengan
meminta pertolongan kepada Allah swt.
Factor
penyebab terjadinya kesalahpahaman dalam ajaran islam
1. menganggap islam itu
tidak sesuia dengan perkembangan zaman yang semakin berkembang sekarang.
2. islam itu
membelenggu kebebasan dalam berpikir dan dalam perkembangan sains
3. islam itu mengkebiri
hak-hak wanita
4. islam itu kadang
tidak toleran terhadap agama lain.
5. islam itu tidak
melindungi suatu hak asasi manusia.
3. a. Pendekatan Theologi Normatif
Pendekatan
theologi normatif dalam memamahi agama secara harfiah dapat diartikan sebagai
upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka Ilmu Ketuhanan yang bertolak
dari suatu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan diangap sebagai
suatu yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.48 Pendekatan teologi
tidak bisa dielpas dari kehidupan ummat beragama di tengah-tengah masyarakat.
Theologi berasal dari bahasa Yunani Theologia, yangberarti tentang tuhan
(dengan t kecil) atau tuhan (dengan t besar).
b. Pendekatan Sosiologis
Sosiologis
adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki
ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya atau suatu ilmu yang
menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan strukturnya, lapisan
serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan. Dengan ilmu ini suatu
fenomena sosial dapat dianlisa dengan faktorfaktor yang mendorong terjadinya
hubungan mobilitas sosial serta keyakinan-keyakinan yang mendasar tentang
terjadinya proses tersebut.
Jadi
dalam hal ini Yang dimaksud dengan pendekatan sosiologis adalah peneliti
menggunakan logika-logikan dan teori
sosiologis baik klasik maupun
modern untuk menggambarkan fenomena
sosial keagamaan serta pengaruh suatu fenomena dengan penomena yang lainnya.
c.
. Pendekatan Holistic
Asal
kata holisme diambil dari bahasa yunani,
yaitu holos, yang berarti semua atau
keseluruhan. Smuth mendefinisikann holism
sebagai sebuah kecendrungan alam untuk membentuk sesuatu yang utuh sehingga
sesuatu tersebut menjadi lebih besar daripada sekedar gabungan-gabungan dari
berbagai revolusi.
Dalam KBBI kata holism didefinisikan
sebagaia cara pendekatan teerhadap suatu masalah atau gejala, dengan memanndang
gejala atau masalah itu sebagai suatu kesatuan yang utuh. Dari kata holism
itulah kata holistic diartikan sebagai cara pandang yang menyeluruh atau secara
keseluruhan.
Dari sudut pandang filosifis
pendekatan holistic merupakan suatu filsafat pendidikan yang barangkat dari
pemikiran bahwa pada dasrnya seorang individu dapat menemukan suatu identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya
dengan masyarakat, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang
dan perdamaian yang ada pada tempat tersebut.
Jadi dalam pendekatan holistic itu
menggunakan pendekatan secara menyeluruh. Dengan kata lain, pembelajaran dalam
pendekatan holstik merupakan pendektana yang dinilai dari segala apek
kompetensi, baik itu pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun aspek ketuhanan
(spiritual) sekaligus keempat kompetensi ini menjadi tujuan pokok dalam studi
islam.
4.
Secara
etimologi kata metodologi berasal dari bahasa Yunani, ”metodos”. Yang terdiri
dari dua kata yakni metha dan ”hodos”. Metha artinya melalaui atau melewati dan
”hodos” artinya jalan atau cara. Metode berarti jalan atau cara yang harus
dilalui untuk mencapai tujuan tertentu tujuan23. Dalam bahasa Arab metode disebut ”Tharīqat”,
Sedangkan logos artinya ilmu.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia
metodologi diartikan suatu untuk mengungkapkan cara yang paling cepat dan tepat
dalam melakukan sesuatu atau dengan kata lain cara bekerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Abraham
kaflan menjelasakan bahwa metodologi adalah pengkajian (study), mengenal
penggambaran (deskripsi), penjelasan (exsplanasi) dan pembenaran
(justifikasi). Dengan demikian ,
apabila pendapat kaflan diatas kita perhatikan, metodologi itu mengandung
unsur-unsur, yakni : studi (pengkajian), deskripsi, (penggambaran); eksplanasi
(penejlasan) dan justifikasi (pembenaran yang melahirkan suatu generalisasi
(penyimpulan), sehingga metodologi dapat diartikan sebagai cara atau prosedur
yang ditempuh dalam memecahkan suatu masalah (mulai dari menemukan fakta sampai
penyimpulan).
Metode menurut Nasrudin
Razaq
Nasruddin
Razaq mengemukakan empat cara untuk memahami Islam, yakni: 1) Islam harus dipelajari dari sumber aslinya,
yaitu Al-qur’an dan as-sunah. Kekeliruan memaham Islam karena orang hanya
mengenalnya hanya dri sebagain ulama dan pemeluknya yang telah jauh dari
bimbingan Al-qur’an dan sunnah, atau melalui pengenalan kitab-kitab fiqh atau
tasawuf yang semangatnya tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman; 2) Islam harus dipelajari secara integral,
komprehensif, tidak secara parsial. Artinya Islam harus dipelajari secara
menyeluruh sebagai satu kesatuan . Mempelajari Islam secara parsial justru akan
membahayakan, menimbulkan sikap skeftif, bimbang dan penuh keraguan, dan akan
memunculkan penilaian yang keliru terhadap Islam; 3) Islam harus dipelajari melalui studi
kepustakaan yang ditulis oleh
ulama-ulama besar, kaum zuama dan sarjana-sarjana muslim, karena pada umumnya
mereka memiliki pemahaman yang indah dari parktik ibadah yang mereka lakukan;
4) Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologi yang ada dalam
Al-qur’an, selanjutnay dikorelasikan dengan kenyataan historis empiris dan
sosiologis yang ada di masyarakat. Dengan demikian dapat diketahui kesesuaian
atau kesenjangan antara Islam yang berada pada tataran normatif teologis dengan
Islam yang ada pada tataran historis, sosiologis dan empiris.
5. karakter dalam bidang social
Yaitut
memilki karakteristik:
a.
secara umum islam itu merupakann rahmat bagi alam semesta tercantum dalam surat
al- isra: 82
b.
menjjunjung tinggi rasa tlong menology, saling menasehati dalam hak dan
kesabaran tenggang rasa, persamaan derajat dan lain-lain tercantum dalam surat
ali-imran : 104
c.
derajat manusia itu ditentukan oleh tingkat ketaqwaannya
karakter dalam bidang pendidikan
1.
pendiddikan merupakan suatu hak manusia
2.
pendidikan merupakan suatu hak seumur hidup atau sebuah kewajiban
3.
pendidikan islam menekankan keseimbangan antara pendidikan intelektual,
ketrampilan, dan akhlak.
Karakter dalam bidang budaya
1.
islam menyuruh manusia untuk menuntut ilmu
2.
terbuka dalam segala bentuk kebudayaan
3.
akomodas terhadap berbagai masukan ilmu dan kebudayaan dari luar
6. . Pengertian
Penelitian Dan Masalah Penelitian
Menurut
saya, penelitian adalah suatu hal yang ingin dikaji lebih dalam untuk menemukan
suatu hal yang diinginkan degan berupa data-data yang telah dikumpulkan menjadi
satu kesatuan yang logis dan dapat dipertanggugjawabkan. Penelitian itu dapat
berupa ilmiah yang mana berjalan secara sistematis, tersusun secara semestinya.
Penelitian juga itu suatu proses penyelidikan yang dilakukakn secara tekun,
yang bertujuan untuk menemukan suatu fakta yang mana dapat diselesaikan.
Masalah
penelitian adalah suatu hal yang ingin dikaji karena masalah itu juga dapat
diartika suatu penyimpangan anatara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar
terjadi yang mana dapat berupa praktek maupun berupa teori, suatu penelitian
itu harus ada sebuah masalah karena masalah itulah yang ingin dikaji untuk
mencari sebuah kebenarannya atau faktanya. Karena masalah itu suatu awal dari
sebuah penelitian,
Masalah
penelitian itu juga suatu pertanyaan yang perlu dicari jawabannya, atau berupa
hambatan, kesulitan yang muncul dalam suatu hal yang ingin diteliti yang perlu
dihindari untuk mencari suatu jawabannya.
Jenis-jenis Penelitian Baik Dilihat
Dari Obyek dan Analisis hasilnya
Jenis penelitian yang dilihat dari
obyeknya yaitu:
a.
penelitian kepustakaan (library research)
penelitian
ini biasanya menggunakan bahan-bahan tertulis seperti manuskrip, buku, surat
kabar dan dokumen lainnya. Biasanya penelitian kepustakaan hanya berdasarkan
atas karya tertulis, termasuk yang diteliti maupun yang sudah dipublikasikan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengumpulkan data dan informasi dengan
bantuan bermacam-macam material yang terdapat di perpustakaan.
b.
penelitian lapangan ( field research)
penelitian
ini menggunakan informasi yang diperoleh dari sasaran penelitian yang disebut
informan atau responden melalui instrument pengumpulan data seperti wawancara,
observasi, angket dan sebagainya. Dala penelitian lapangan peneliti dapat
mengamati serta berbicara kepada orang-orang yang ditelitinya.
Jenis penelitian yang dilihat dari
segi analisis hasilnya:
a.
penelitian kualitatif
penelitian
ini bersifat deskripsi dan selalu menggunakan analisis. Dalam hal ini
menunjukkan fakta di lapangan, selain itu landasan teori ini juga bermanfaat
untuk memberikan gambaran umum tentang pembahasan yang ingin diteliti. Tujuannya yaitu munruk
menjelaskan masalah sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data.
b.
penelitian kuantitatif
yaitu
suatu proses menemukan pengetahuan menggunakan data untuk menganalisis hal yang
ingin diketahui.
7. . Perbedaan Antara
Penelitian Agama Dan Keagamaan
a.
penelitian agama itu lebih mengutamakan
suatu materi agama saja sehingga hanya bertumpu pada tiga hal yaitu ritus (tata
cara dalam suatu agama), mitos (suatu hal yang gaib), magik/magis (hal yang
berupa menimbulkan kekuatan gaib)
sedangkan
penelitian
keagamaan itu lebih mengutamakan suatu agama sebagai system atau system
keagamaannya.
b.
sasaran dalam penelitian agama itu adalah agama sebagai doktrinnya
sedangkan
penelitian
keagamaan itu sasarannya sebagai gejala social
c.
penelitian agama bersifat penelitian budaya
sedangkan
penelitian keagamaan bersifat sosiologis
d.
penelitian agama itu penelitian tentang asal-usul agama, dan pemikiran serta
pemahaman penganut ajaran agama tersebut terhadap ajaran yang terkandung di
dalamnya.
Sedangkan
Penelitian keagamaan itu penelitian tentang
praktek- praktek ajaran agama yang dilakukan oleh manusia secara individual dan
kolektif.
ISI-ISI POKOK DALAM PROPOSAL
Isi pokok dalam suatu proposal
sebagai berikut meliputi:
1.
judul
2.
latar belakang maslah
3.
rumusan masalah
4.
tujuan penelitian
5.
kegunaan penelitian
6.
hipotesis
7.
studi kepstakaan/ tinjauan pustakan/ kerangka teori
8.
metodologi penelitian ( waktu penelitian kapan, siapa yang responden, teknik
pengambilan)
9.
kerangka analisa.
Namun
unsure yang lazim dalam suatu proposal penelitian itu meliputi:
1. judul penelitian
2.
penegasan masalah
3.
latar belakang penelitian
4.
rumusan masalah
5.
tinjauan pustaka/ kajian teori
6.
asumsi/ hipotesis
7.
tujuan dan manfaat penelitian
8.
metode penelitian
Kalau versi lain dalam draf
penelitian agama itu meliputi:
1.
latar belakang masalah
2.
studi kepustakaan
3.
landasan teori
4.
metodologi penelitian
5.
kerangka analisa
8.
Pendekatan Dalam Memahami Alquran
Alquran
merupakan kitab suci yang berisi petunjuk untuk kehidupan manusia di seluruh
dunia. Yang mana Alquran sebagai sumber utama ajaran islam yang id dalamnya
termuat ajaran dan petunjuk tentang akidah, hokum, ibadah, akhlak, intinya
Alquran mengandung petunjuk.
Dalam memahami Alquran jadi
memerlukan suatu pendekatan dalam memahaminya yaitu sebagai berikut:
1. ada masalah
yang ingin dibicarakan, yaitu bagaimana memahami Alquran
Pada umumnya, Alquran dipahami
sebagai rekaman otentik wahyu Allah yang disampaikan kepada malaikat Jibril
kepada nabi Muhammad saw dalam rentang waktu kira-kira 23 tahun.
2. Alquran harus
ditempatkan secara kesejarahan
Dalam hal ini Alquran harus ditempatkan pada
konteknya karena Alquran itu merupakan respon terhadap situasi yang dihadapi
Nabi dari waktu ke waktu. Dalam memahaminya perlu adanya pendekatan atau
metodologi diantaranya harus memahami dalam konteks kesejarahan,
kronologisnya termasuk memahami
konteksnya sastranya.
Beberapa
pendekatannya itu yang bias dilakukan seperti hal ini.
a. memahami
Alquran dengan Alquran
b. memahamiAlquran
dengan hadits
c. memahami
Alquran dengan Asbabun nuzul
d. memahami
Alquran dengan kaul sahabat
e. memahami
Alquran dengan ijma’ ulama
f. memahami
Alquran dengan tafsir ulama
Pendekatan
Dalam Memahami Hadits
dalam hal ini
adapun pendekatan yang dilakukan untuk memahami suatu hadits yaitu sebagai
berikut:
1. pendekatan
kompromi (thariqatul jam’iy)
Ialah sutau pendekatan yang mana
mencari suatu kesimpulan hukkum dari dua atau lebih dari beberapa sunah yang
terlihat secara lahiriah bertentangan dengan cara mengkomprominya hingga tidak
berlawanan.
2. pendekatan
bahasa
Yang dimaksudkan dari hal tersebut
agar orang akanmemaknai hadits yang berbahasa arab itu dapat mengerti secara
benar sebagai hal dan ilmu yang berkaitan dengn bahasa arab. Jadi dalam hal ini
dapat mempermudah bagi orang yang awam dalam bahasa arab jadi dapat
ditranslasikan kebahasa yang mudah dimengerti oleh orang ersebut.
3. pendekatan historis
Maksud dari hal ini yaitu agar orang
dapat memahami hadits juga memperhatikan dan mengkaji serta mempertimbangkan
suatu situasi dan kondisi saat hadits muncul, sehingga latar belakang suatu
sejarah tersebut yang mendahului kemunculan hadits dapat diketahui dan
diperhitungkan. Jika tidak memperhatikan hal ini bias jadi akan terjadi sutau
penyimpangan.
4. pendekatan
sosio- historis
Hal ini agar orang kan memaknai
hadits itu juga mengkaji dan kemudian mempertimbangkan sejarah dan latar
belakang social tersebut pada saat hadits itu muncul . sebab tanpa
mempertimbangkannya aspek ini, bisa jadi makna yang dihasilkan akan sangat
berbeda jauh dari tuntunan makna yang sesungguhnya.
5. pendekatan
sosiologis
Hal ini agar orang kan memaknai
hadits itu dpat memperhatikan keadaan masyarakat setempat secara umum. Karena
dengan memahami kondisi suatu masyarakat itu kita dapat mempertimbangkan agar
pemaknaan dalam memahami hadits itu tidak akan salah.
6. pendekatan
antopologis
Hal ini dimaksudkan agar seseorang
dalam memahami hadits itu harus memperhatikan suatu praktek tradisi dan budaya
serta tingkat kebudayaan masyarakat yang muncul
dalam suaru masyarakat tersebut. Jadi dan harus kuat dalam
mempertimbangkannya karena kalau praktek dan tradiisi teresbut tidak
dipertimbangkan justru akan menjadi pemaknaan hadits menjadi tidak tepat.
7. pendekatan
psikologis
Dalam hal ini kita harus berusaha
memahami hadits dengan melihat konteks kejiwaan ketika hadits dikeluarkan baik
dalam kaitan dengan nabi maupun sahabat atau orang lain yang menanyakan tentang
suatu hal kepada nabi Muhammad saw.
0 Komentar